Donny Fattah God Bless Meninggal Dunia: Penyebab & Mengenal Sarkopenia

Jakarta, Indonesia – Donny Fattah, bassist sekaligus salah satu pendiri grup musik rock legendaris God Bless, meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Ia menghembuskan napas terakhirnya di usia 76 tahun setelah berjuang melawan sejumlah masalah kesehatan, termasuk sarkopenia yang menyebabkan penurunan massa dan kekuatan otot.

Kabar duka ini disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless, dengan ungkapan kesedihan mendalam. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia DONNY FATTAH, bassist, salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis akun tersebut pada Sabtu (7/3/2026).

Kehilangan Donny Fattah merupakan pukulan berat bagi industri musik Indonesia, khususnya bagi para penggemar setia God Bless. Ia dikenal sebagai sosok yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat tinggi dalam bermusik. Vokalis God Bless, Ahmad Albar, turut memberikan penghormatan terakhir dan mengenang Donny Fattah sebagai sahabat yang luar biasa.

Dalam dua tahun terakhir, Donny Fattah menghadapi berbagai tantangan kesehatan. Selain sarkopenia, ia juga didiagnosis mengalami penyumbatan vaskular dan penyakit autoimun yang memengaruhi kondisi tubuhnya. Sarkopenia, yang menjadi salah satu penyebab utama meninggalnya Donny Fattah, adalah kondisi hilangnya massa otot, kekuatan, dan fungsi fisik yang terjadi secara progresif seiring bertambahnya usia. Kondisi ini paling sering dialami oleh orang berusia 60 tahun ke atas, menurut Cleveland Clinic.

Memahami Sarkopenia: Penurunan Massa Otot Seiring Usia

Sarkopenia tidak hanya memengaruhi kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tetapi juga meningkatkan risiko jatuh, patah tulang, serta masalah kesehatan lainnya. Proses kehilangan massa otot sebenarnya dapat dimulai sejak usia 30 tahun, dengan rata-rata orang kehilangan sekitar 3 hingga 5 persen massa otot setiap dekade setelah usia tersebut, seperti yang dijelaskan oleh WebMD. Proses ini biasanya menjadi lebih cepat setelah seseorang memasuki usia 60 tahun.

Gejala sarkopenia meliputi kelemahan otot, mudah lelah, berjalan lebih lambat, kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti menaiki tangga, keseimbangan tubuh yang menurun, dan ukuran otot yang mengecil. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko sarkopenia meliputi penuaan, gaya hidup yang kurang aktif, pola makan yang kurang baik (terutama kekurangan protein), serta penyakit kronis seperti diabetes, penyakit ginjal, kanker, dan penyakit paru kronis.

Penanganan Sarkopenia: Gaya Hidup Sehat dan Nutrisi

Penanganan sarkopenia biasanya melibatkan perubahan gaya hidup, termasuk aktivitas fisik seperti latihan kekuatan yang dapat membantu meningkatkan kekuatan otot. Latihan resistensi, seperti angkat beban atau latihan menggunakan berat tubuh, sangat dianjurkan. Selain itu, asupan nutrisi yang cukup, terutama protein, penting untuk menjaga massa otot. Beberapa rekomendasi menyarankan konsumsi sekitar 20 hingga 35 gram protein setiap kali makan untuk membantu menjaga kekuatan otot pada usia lanjut.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin juga penting untuk memantau kondisi tubuh dan mendeteksi perubahan kesehatan lebih awal. Donny Fattah, meskipun menghadapi tantangan kesehatan, tetap menunjukkan semangat tinggi untuk tampil di atas panggung. Ahmad Albar mengenang bahwa Donny masih bisa tampil dalam beberapa kesempatan, meskipun kondisi fisiknya mulai merosot.

Jenazah Donny Fattah dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, dihadiri oleh keluarga, rekan musisi, dan para penggemar. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seluruh insan musik Indonesia. Donny Fattah akan selalu dikenang sebagai legenda musik rock yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan musik di tanah air.

Ke depan, warisan musik Donny Fattah akan terus menginspirasi generasi muda untuk berkarya dan mencintai musik rock Indonesia. Semangat dan dedikasinya terhadap musik akan selalu menjadi teladan bagi para musisi lainnya.

Mari kita terus mengenang karya-karya Donny Fattah dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Bagikan kenangan indah Anda tentang Donny Fattah di kolom komentar dan mari bersama-sama menghormati legenda musik Indonesia ini.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat medis profesional. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan Anda, konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan yang berkualifikasi.

Photo of author

Marina Collins - Entertainment Editor

Senior Editor, Entertainment Marina is a celebrated pop culture columnist and recipient of multiple media awards. She curates engaging stories about film, music, television, and celebrity news, always with a fresh and authoritative voice.

Resident Evil Requiem: Lossless Scaling Causes Ghosting Issue

Júnior Santos Celebrates Botafogo’s Taça Rio Win & Eyes 2026 Success

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.