Bupati Dompu Pimpin Vaksinasi Massal PMK di Doro Ncanga
Pada Selasa, 17 Februari 2026, Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, memimpin kegiatan vaksinasi massal untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pengobatan ternak di Doro Ncanga, Kecamatan Pekat, Desa Sori Tatanga. Ini merupakan langkah penting dalam upaya pemerintah daerah untuk mengendalikan dan menanggulangi PMK, yang dianggap sebagai salah satu ancaman serius bagi sektor peternakan, yang merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Asisten Setda Dompu, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTB, Kepala Bappeda dan Litbang Dompu, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait. Bupati Bambang Firdaus menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam acara tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi dalam melindungi sektor peternakan di daerah ini.
Komitmen Terhadap Sektor Peternakan
Bupati menyatakan rasa bangga atas perkembangan sektor peternakan di Kabupaten Dompu, yang telah mengantarkan banyak putra daerah ke tingkat nasional dalam berbagai bidang, termasuk politik dan pemerintahan. Dia juga mengungkapkan bahwa banyak kota di luar Provinsi NTB yang tertarik untuk bermitra dan mempelajari cara berternak di Dompu, menunjukkan potensi besar yang dimiliki daerah ini.
“Kita harus bangga dengan populasi ternak kita, namun jangan sampai terlewatkan isu PMK yang dapat mengancam keberlanjutan sektor ini. Jika dibiarkan, kita bisa kehilangan 13.500 ekor ternak pada tahun 2026, yang tentu akan berdampak pada ekonomi daerah dan pendapatan masyarakat,” ujar Bupati Firdaus.
Pemahaman Tentang PMK
PMK adalah penyakit menular yang sangat merugikan sektor peternakan, dengan dampak yang meluas tidak hanya bagi individu peternak tetapi juga perekonomian daerah secara keseluruhan. Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan produksi susu dan daging, mengganggu pertumbuhan hewan ternak, dan bahkan berpotensi menyebabkan kematian. Untuk itu, pemerintah daerah berkomitmen melakukan pencegahan dan pengendalian PMK secara serius dan terpadu.
Upaya Pencegahan dan Kolaborasi
Kegiatan vaksinasi dan pengobatan massal ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran PMK, melindungi hewan ternak, dan menjaga keberlangsungan usaha peternakan. Bupati mengajak masyarakat, khususnya para peternak, untuk aktif memantau kondisi hewan ternak mereka dan segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan jika menemukan gejala PMK.
“Dengan kerja sama dan partisipasi aktif seluruh pihak, kami optimis dapat mewujudkan daerah yang bebas PMK serta membangun sektor peternakan yang maju dan berkelanjutan,” tandasnya.
Peninjauan Lokasi dan Solusi untuk Petani Ternak
Pasca vaksinasi, Bupati Firdaus melakukan peninjauan lokasi jalan lintas ternak di sekitar wilayah Doroncanga. Dalam kunjungannya, ia berjanji akan mencari solusi terbaik untuk permasalahan yang dihadapi petani ternak, termasuk perlunya koordinasi dengan camat dan kepala desa untuk memastikan semua petani mendapatkan hak yang sama.
Salah satu petani ternak yang hadir berharap bahwa dengan adanya kegiatan seperti ini, ternak mereka tidak lagi berada dalam bahaya, dan berharap agar infrastruktur yang ada dapat diperbaiki demi keselamatan ternak.